Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Muhammadiyah Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tata kelola dan pengembangan kelembagaan. Ketua LPM UM Metro - Drs. Purwiro Harjati, M.Pd. menghadiri undangan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Usul Pendirian/Alih Kelola/Penyatuan/Penggabungan & Usul/Perbaikan Prodi Baru” yang diselenggarakan pada Kamis–Jumat, 11–12 Desember 2025 di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia sebagai bentuk upaya bersama untuk memperkuat mutu pengelolaan program studi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya PTMA untuk terus adaptif terhadap regulasi dan kebutuhan zaman, sekaligus menjaga jati diri sebagai perguruan tinggi berkemajuan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Bimtek ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama agar pengusulan dan pengelolaan prodi baru di lingkungan PTMA semakin tertib, berkualitas, dan visioner.
Sesi berikutnya diisi dengan arahan dan paparan bertajuk “Kebijakan & Strategi Pengembangan Kelembagaan PTMA” oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., selaku Direktur Kelembagaan, Kemendiktisaintek RI. Beliau memaparkan garis besar kebijakan nasional terkait pendirian, alih kelola, penyatuan/penggabungan perguruan tinggi, serta usul dan perbaikan program studi baru. Penekanan diberikan pada pentingnya perencanaan strategis, pemenuhan standar mutu, kecukupan sumber daya, serta relevansi prodi dengan kebutuhan dunia kerja, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain materi kebijakan, peserta juga mendapat penjelasan teknis dari Tim Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek RI serta Tim Pusat Data dan Teknologi Informasi–PDDikti, Kemendiktisaintek RI. Sesi ini mengulas lebih rinci tata cara pengusulan pendirian dan perubahan prodi melalui sistem yang terintegrasi, kelengkapan dokumen, pemutakhiran data PDDikti, hingga aspek-aspek yang sering menjadi koreksi dalam proses evaluasi usul prodi baru. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab dimanfaatkan oleh Ketua LPM UM Metro untuk memperdalam pemahaman sekaligus berkonsultasi mengenai penguatan dokumen mutu dan perencanaan pengembangan prodi di UM Metro.
Kehadiran Ketua LPM UM Metro dalam Bimtek ini menjadi bagian dari langkah strategis lembaga dalam mendukung rencana pengembangan program studi baru, penyempurnaan prodi yang sudah ada, serta penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat universitas. Hasil Bimtek akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pimpinan universitas, fakultas, dan program studi, khususnya dalam penyusunan dokumen usulan prodi baru yang lebih komprehensif, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan Kemendiktisaintek serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, LPM UM Metro menegaskan komitmennya untuk terus mengawal mutu dan pengembangan kelembagaan, sehingga UM Metro semakin siap berkompetisi dan berkontribusi sebagai perguruan tinggi yang profesional, modern, dan mencerahkan.
Jakarta, 11 Desember 2025.
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Muhammadiyah Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tata kelola dan pengembangan kelembagaan. Ketua LPM UM Metro - Drs. Purwiro Harjati, M.Pd. menghadiri undangan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Usul Pendirian/Alih Kelola/Penyatuan/Penggabungan & Usul/Perbaikan Prodi Baru” yang diselenggarakan pada Kamis–Jumat, 11–12 Desember 2025 di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia sebagai bentuk upaya bersama untuk memperkuat mutu pengelolaan program studi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya PTMA untuk terus adaptif terhadap regulasi dan kebutuhan zaman, sekaligus menjaga jati diri sebagai perguruan tinggi berkemajuan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Bimtek ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama agar pengusulan dan pengelolaan prodi baru di lingkungan PTMA semakin tertib, berkualitas, dan visioner.
Sesi berikutnya diisi dengan arahan dan paparan bertajuk “Kebijakan & Strategi Pengembangan Kelembagaan PTMA” oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., selaku Direktur Kelembagaan, Kemendiktisaintek RI. Beliau memaparkan garis besar kebijakan nasional terkait pendirian, alih kelola, penyatuan/penggabungan perguruan tinggi, serta usul dan perbaikan program studi baru. Penekanan diberikan pada pentingnya perencanaan strategis, pemenuhan standar mutu, kecukupan sumber daya, serta relevansi prodi dengan kebutuhan dunia kerja, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain materi kebijakan, peserta juga mendapat penjelasan teknis dari Tim Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek RI serta Tim Pusat Data dan Teknologi Informasi–PDDikti, Kemendiktisaintek RI. Sesi ini mengulas lebih rinci tata cara pengusulan pendirian dan perubahan prodi melalui sistem yang terintegrasi, kelengkapan dokumen, pemutakhiran data PDDikti, hingga aspek-aspek yang sering menjadi koreksi dalam proses evaluasi usul prodi baru. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab dimanfaatkan oleh Ketua LPM UM Metro untuk memperdalam pemahaman sekaligus berkonsultasi mengenai penguatan dokumen mutu dan perencanaan pengembangan prodi di UM Metro.
Kehadiran Ketua LPM UM Metro dalam Bimtek ini menjadi bagian dari langkah strategis lembaga dalam mendukung rencana pengembangan program studi baru, penyempurnaan prodi yang sudah ada, serta penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat universitas. Hasil Bimtek akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pimpinan universitas, fakultas, dan program studi, khususnya dalam penyusunan dokumen usulan prodi baru yang lebih komprehensif, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan Kemendiktisaintek serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, LPM UM Metro menegaskan komitmennya untuk terus mengawal mutu dan pengembangan kelembagaan, sehingga UM Metro semakin siap berkompetisi dan berkontribusi sebagai perguruan tinggi yang profesional, modern, dan mencerahkan.
#LPMUMMetro #BimtekKelembagaan #PendirianProdiBaru #PTMA #Kemendiktisaintek #PDDikti #PenjaminanMutu
© 2019 Universitas Muhammadiyah Metro
Universitas Muhammadiyah Metro pada mulanya merupakan pengintegrasian dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Metro, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Metro, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Muhammadiyah Metro dan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuludin Muhammadiyah Metro.